Boros BBM pada motor sering membuat repot pemiliknya. Dana BBM semakin membengkak. Salah satu penyebabnya adalah modifikasi yang berlebihan. Ada baiknya motor diset ulang dalam kondisi standar untuk mengatasi hal ini.

KNALPOT
Mengganti saluran pembuangan akhir model racing pada motor standar, setingan karburator biasanya harus menaikkan spuyer 5 hingga 10 angka. Otomatis, pasokan bensin nambah sesuai permintaan mesin.
Begitu pula perlakuan membobok sekat saringan knalpot maupun tabung dalam. Teorinya, desakan gas buang makin plong dan tendangan balik ikut drop. Sehingga tenaga mementalkan piston ke TMB berkurang. Untuk menambah daya dorong piston, akhirnya mengandalakan daya ledak yang lebih besar. Yakni memperbanyak supali bensin lewat pembesaran spuyer.
KOREK BLOK


Biasa dilakoni penyuka kecepatan. Kalau khusus untuk balap tidak masalah, tapi kalau untuk harian sebaiknya jangan. Walaupun motor dibesut pelan, tetap saja pasokan bensinnya gede.
Pembesaran inlet, lubang transfer dan sebagainya sudah pasti menyebabkan sedotan bahan bakar ke ruang bakar bertambah. Jadi, sebaiknya urungkan niat mengilik motor jika ingin menghemat.


KOMPONEN AUS
Jika mesin standar memperlihatkan gejala boros bensin, dipastikan ada komponen yang sudah aus. Seperti katup buluh lemah pada motor 2-tak, sehingga kucuran bensin enggak mampu sepenuhnya diubah menjadi kabut. Memang bensin yang tersedot lebih banyak, namun tenaga ledaknya berkurang akibat pembakaran kurang sempurna.
Hal ini menyebabkan lari motor loyo. Kalau sudah begitu biasnya pengemudi membetot gas lebih dalam. Tidak sadar, semburan bensin ngocor berlebihan dan terbuang percuma. (Di situs ini tersedia produk yang mencegah komponen aus yaitu ENERGY RELEASE, dan untuk memperbaiki komponen yang aus bisa digunakan NANO ENERGIZER)


GIR BERAT
Walau motor keadaan standar, mengganti sproket dengan perbandingan berat (hasil bagi jumlah mata gir belakang terhadap mata gir depan lebih kecil dari standar pabrik) pada kondisi jalan padat adalah salah kaprah. Sebab biasanya motor mau dijalankan jika pakai setengah kopling dengan rpm agak tinggi. Akibatnya bensin banyak terpakai. Coba kalau macetnya panjang, otomatis mesin akan sering diperlakukan begitu.


BLAYER GAS
Mungkin ini kebiasaan yang harus dihilangkan. Tanpa sadar, dengan sering memutargas berulang-ulang (memblayer gas), sedikit demi sedikit bensin terbuang percuma. Paling sering terjadi saat pemotor menghadapi kemacetan atau ulah kendaraan di depan menghalangi laju motor kesayangan Anda.
Nggak sabaran, panas hati membara, emosi naik, motor dijadikan pelampiasan. Mesin dibikin meraung-raung dengan tujuan mengusir kendaraan di depan. Nah, mulai sekarang ada baiknya belajar tahan emosi, demi menjaga keiritan bensin Anda.
Suber : Serial Otomotif